200 vaksin corona diuji, ini yang paling potensial

June 28, 2020 by No Comments

LANGSUNG. CO. ID – Jakarta.   Pengembangan vaksin corona semakin gencar dilakukan agar dapat ada secepat mungkin mengatasi pandemi Covid-19 Di antara ratusan kandidat, bahan vaksin corona yang dikembangkan AstraZeneca merupakan vaksin yang dinilai menyesatkan maju dalam hal pengembangan.

Kejadian tersebut diungkapkan oleh Kepala Sarjana Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) Soumya Swaminathan. Swaminathan mengatakan, pengikut vaksin corona yang dikembangkan Moderna juga tidak jauh di pungkur Astrazeneca.

Baca juga: Batubara mampu jadi pupuk, seorang WNI bisa hak patennya dari AS

Menurut Swaminathan, dari kira-kira 200 kandidat vaksin corona, 15 di antaranya telah memasuki tes klinis. “WHO sedang dalam buah dengan beberapa produsen China, termasuk Sinovac tentang vaksin corona yang potensial, ” ujar Swaminathan kaya dikutip Reuters, Jumat (26/6).

Swaminathan menyerukan agar mempertimbangkan untuk berangkulan dalam uji coba vaksin corona, mirip dengan uji coba simpati WHO yang sedang berlangsung buat obat-obatan. “Tapi saya pikir AstraZeneca tentu memiliki cakupan yang bertambah global saat ini dalam kejadian di mana mereka melakukan dan merencanakan uji coba vaksin itu, ” kata Swaminathan.

Pendanaan

Koalisi pimpinan WHO melawan pandemi corona meminta bantuan pemerintah dan sektor preman untuk membantu mengumpulkan dana US$ 31, 3 miliar atau Rp 449. 200. 385. 000 di dalam 12 bulan ke depan. Uang tersebut untuk mengembangkan dan menganjurkan tes, perawatan, dan vaksin corona.

Anggaran sebanyak US$ 3, 4 miliar atau Rp 48. 794. 930. 000 telah dikontribusikan buat koalisi sampai saat ini, jadi masih kurang pendanaan US$ 27, 9 miliar atau Rp 400. 405. 455. 000. WHO bekerja sama dengan koalisi besar organisasi pengembangan obat, pendanaan dan distribusi di bawah apa yang disebutnya ACT-Accelerator Hub.

Baca pula:   Selain India, China juga sengketa perbatasan dengan 17 negara, termasuk Indonesia 

Prakarsa ini dimaksudkan untuk mengembangkan dan memberikan 500 juta tes corona dan 245 juta program pengobatan baru untuk penyakit ini ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah pada pertengahan 2021. WHO juga berharap 2 miliar dosis vaksin, termasuk 1 miliar yang akan dibeli oleh negara-negara berpenghasilan sedikit dan menengah, akan tersedia di dalam akhir tahun 2021.

(Dandy Aliran Bramasta)

Artikel ini telah membawa di Kompas. com dengan tajuk “Dua Kandidat Vaksin Corona Terdepan Versi WHO, Apa Saja? “,

 

gong2deng –>

Editor: Adi Wikanto