Begini protokol kesehatan di pesantren saat pandemi virus corona

July 21, 2020 by No Comments

KONTAN. CO. ID – JAKARTA.   Pesantren mulai beraktivitas kembali. Tentunya, pesantren harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat di tengah pandemi virus corona mutakhir.

Misalnya, Pondok Modern Gontor Kampus 3. Mengacu video yang diputar dalam Bincang Penanganan Covid-19 yang disiarkan langsung di laman YouTube BNPB, Selasa (21/7), berikut protokol kesehatan di Pondok Modern Gontor:

  1. Semua kendaraan wajib berhenti di tempat yang telah ditentukan. Tim khusus akan menyemprotkan cairan disinfektan pada tidap kendaraan serta barang bawaan penumpang.
  2. Guru pembimbing konsulat wajib melaporkan kedatangan konsulat di panitia.
  3. Santri akan melewati proses pengecekan suhu. Santri dengan suhu bertambah dari 38 derajat Celcius bakal diarahkan ke ruang isolasi. Santri dengan suhu di bawah 38 derajat Celcius diarahkan ke custome house melewati bilik sterilisasi.
  4. Santri akan menyambut wawancara seputar kondisi kesehatan masing-masing.
  5. Santri wajib mengumpulkan surat jalan, tulisan keterangan sehat, dan formulir penjelasan isolasi mandiri.
  6. Santri diwajibkan mandi & mengganti pakaian yang dipakai selama perjalanan.

Mengucapkan Juga: UPDATE corona di Jawa Tengah 21 Juli 2020 positif 7. 407, sembuh 3. 590 meninggal 374

 

Selain Pondok Pesantren Gontor, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah Sarwa Pramana mengatakan, semua pesantren yang ada di Jawa Tengah juga melakukan protokol kesehatan.

 

“Setiap pondok yang bersetuju menerima santri masuk, harus memenuhi protokol kesehatan, ” ujarnya pada Bincang Penanganan Covid-19.

Pertama , setiap santri harus menganjurkan surat keterangan sehat dari puskesmas.

Kedua, pondok pesantren wajib membentuk gugus suruhan.

Ketiga , sebelum jalan pembelajaran, santri harus menjalani karantina selama 14 hari terlebih awal. “Sehingga ruang kelas yang lazimnya dibuat pembelajaran, sekarang dipakai untuk karantina tempat tidur, ” sirih Sarwa

Keempat, pengantar santri tidak boleh menghunjam

Baca Juga: Khofifah dan Forkompida Jatim bergerak cepat memutus rantai corona di Pondok Gontor

Tapi, masih banyak sekadar pesantren yang belum bisa menerapkan protokol kesehatan. Sebab, sarana serta prasarana yang mereka miliki belum memadai.

“Per tanggal 20 Juli 2020, dari 28 ribuan pondok, baru 8. 085 pesantren dengan baru siap sehingga santri bisa kembali ke pesantren, ” ungkap Waryono, Direktur Pendidikan Diniyah serta Pondok Pesantren Kementerian Agama.

gong2deng –>

Editor: Belladina Biananda