Ini lah gejala corona terbaru yang semakin aneh dan tidak terduga

September 22, 2020 by No Comments

KONTAN. CO. ID – Jakarta. Pandemi virus corona terus menambah jumlah kasus positif baru setiap hari. Bersamaan itu, gejala corona terbaru pun bermunculan.

Sejak pandemi corona masuk ke Indonesia Maret 2020, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 menyuarakan, gejala corona antara lain hangat, batuk kering, sesak nafas had hilang kemampuan indra penciuman. Namun belakangan muncul gejala corona terbaru yang belum diketahui banyak orang.

Gejala corona terbaru itu terkuak berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman para dokter yang menangani kasus tersebut. Melangsungkan pemeriksaan dan mencari bantuan profesional memang merupakan langkah yang paling tepat ketika kita merasakan petunjuk yang mengganggu.

Namun mengetahui gejala-gejala corona terbaru bisa menjadi jalan efektif untuk deteksi dini. Beserta gejala corona terbaru:

1. Gejala corona terbaru berupa Silent hypoxia

Petunjuk corona terbaru ini mengejutkan bagi sebagian dokter yang sudah ulung puluhan tahun. Gejala corona terbaru ini membuat pasien menderita infeksi paru-paru kronis, dengan tingkat oksigen yang sangat rendah. Namun, tak ada masalah pernapasan sama sekali.

Dalam sebuah opini yang ditulis untuk New York Times, Richard Levitan, MD, menjelaskan lebih di tentang hal ini. Dia mengucapkan, kebanyakan pasien dengan kondisi itu dilaporkan sakit selama seminggu atau lebih dengan gejala demam, batuk darah, sakit perut dan kelelahan, tetapi napas mereka menjadi pendek dalam hari mereka datang ke panti sakit.

“Pneumonia mereka jelas sudah berlangsung selama berhari-hari, tetapi era mereka merasa harus pergi ke rumah sakit, mereka seringkali sudah dalam kondisi kritis, ” membuka dia.

Baca juga:   5 Tanda kolesterol tinggi, gendut bukan berarti banyak kolesterol

2. Gejala corona terbaru berupa pembekuan darah dan stroke

Satu diantara gejala corona terbaru yang terkadang mematikan berkaitan dengan pembekuan darah yang tidak umum. Ahli radiologi intervensi Yale Medicine yang berspesialisasi dalam prosedur dalaman yang dipandu gambar, Hamid Mojibian, MD memberikan penjelasannya.

Dia mengutarakan, otopsi pasien Covid-19 menunjukkan mikroemboli (gumpalan kecil) di berbagai bagian yang menjelaskan beberapa disfungsi organ pada pasien. “Pasien Covid-19 memiliki risiko lebih tinggi untuk membuat gumpalan darah arteri yang bisa sangat berbahaya, ” kata tempat.

Namun, tingkat berbahayanya bergantung dalam di mana gumpalan terbentuk ataupun bermigrasi. “Semua organ dalam awak kita bergantung pada darah yang dibawa melalui sistem arteri untuk berfungsi dengan benar. Setiap usikan suplai darah dapat mengakibatkan hasil yang parah, ” tambah Mojibian.

Ada sejumlah laporan pembekuan berlaku di aorta, arteri ginjal (menyebabkan infark ginjal), dan tungkai (menyebabkan kaki hitam dan gangren). Namun, yang paling merusak adalah gumpalan di pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan stroke, bahkan di orang yang lebih muda.

Simak gejala corona terbaru lain di halaman berikutnya


3. Gejala corona terbaru mirip sindrom kawasaki

Di dalam 6 Mei lalu, otoritas negara bagian New York mengeluarkan keterangan yang menjelaskan bahwa ada 64 anak di negara bagian tersebut dirawat di rumah sakit secara kondisi aneh. Para dokter menggambarkan kondisi mereka seperti “sindrom inflamasi multisistem pediatrik. ” “Secara klinis menyerupai proses inflamasi masa buyung lainnya, penyakit kawasaki. ” Demikian diungkapkan profesor pediatri sekaligus dokter penyakit menular pediatrik dari Yale School of Medicine, Thomas Murray, MD.

Contoh gejala corona terbaru yang harus diwaspadai orangtua jarang lain demam tinggi yang lanjut, mata merah, ruam, nyeri otot, muntah, dan diare. Biasanya, situasi ini terjadi beberapa hari sesudah infeksi awal.

4. Gejala corona terbaru berupa gangguan pencernaan

Penelitian baru mengklaim, banyak pasien Covid-19 barangkali tidak mengalami gejala pernapasan pas sekali, pasien malah mengalami petunjuk corona terbaru yakni menderita isyarat gastrointestinal seperti diare, mual, dan muntah.

Sementara penelitian awal menjumpai, kurang dari 4% pasien Covid-19 memiliki gejala gastrointestinal. Lalu, sejumlah penelitian yang lebih baru menemukan angka itu mendekati 11%, tengah beberapa penelitian lain mengklaim angkanya bisa mencapai 60%.

Membaca juga: Hanya pekan ini, lelang mobil sitaan pajak di Jakarta Innova & Accord, Rp 80 jutaan

5. Isyarat corona terbaru pasien mengalami kepompongan parah

Kelelahan adalah gejala ijmal Covid-19, tetapi pada banyak orang pertama lansia, dilaporkan pula sejumlah petunjuk corona terbaru seperti disorientasi dan kebingungan parah. Dalam pedoman klinis yang diterbitkan The University of Lausanne Hospital di Revue Medicale Suisse, disebut, kondisi tersebut dapat menyertai demam dan masalah pencernaan.

Joseph R. Berger, profesor neurologi di Rumah Sakit Universitas Pennsylvania, meyakini, gejala corona terbaru lantaran sisi kejiwaan ini mungkin dikarenakan oleh silent hypoxia yang dijelaskan di atas. Kondisi itu merupakan kekurangan oksigen di otak karena rendahnya kadar dalam darah. “Otak tidak dapat menahan tingkat oksigen yang rendah. Ketika otak tidak mendapatkan cukup oksigen, pasien hendak menderita hipoksia, yang pada kesimpulannya dapat mengubah cara berpikir itu, ” kata Berger kepada Inquirer.

6. Gejala corona terbaru pasien merasakan lemah dan dehidrasi

Direktur medis dari Ruth and Harry Raut Emergency Department di Cedars-Sinai Medical Center, Dr. Sam Torbati, memaparkan tentang kondisi ini. Dia menjelaskan, manula yang dirawat awalnya terang seperti pasien trauma tetapi akhirnya ditemukan mengidap Covid-19.

Menurut dia, mereka menjadi lemah dan dehidrasi yang menjadi gejala corona terbaru. Ketika mereka berdiri untuk berlaku, mereka pingsan dan itu mendirikan mereka mengalami luka parah. Torbati melihat orang dewasa yang lebih tua terlihat sangat bingung & tidak dapat berbicara, yang di dalam awalnya tampak seperti menderita stroke. “Ketika kami mengujinya, kami menjumpai apa yang menyebabkan perubahan tersebut adalah efek sistem saraf was-was dari virus corona, ” sirih dia kepada CNN.

Menyimak gejala corona terbaru lain pada halaman berikutnya


7. Gejala Berlanjut

Patuh WHO, kebanyakan orang dengan kejadian Covid-19 ringan akan pulih di dalam dua minggu, sementara infeksi yang lebih parah membutuhkan waktu 3-6 minggu untuk mereda. Namun, taat laporan baru dari New York, ada beberapa orang melewati batas 30 hari tersebut dan sedang melaporkan gejala corona terbaru terbatas sejak dites negatif.

Kerri Noeth, wanita yang sudah memasuki hari ke-36 infeksi, mengatakan kepada ABC7NY, dia pernah ke UGD besar kali sejak tanda 14 hari dengan gejala berkelanjutan masih saja ada. Termasuk rasa terbakar serta kesemutan di dada dan lehernya disertai dengan hot flash.

Tersedia pula Susan Silverman, yang pada hari ke-38 masih menderita kehilangan indra dan penciuman, sakit menonjol dan vertigo, meskipun semua petunjuk tersebut tidak hanya berkaitan dengan Covid-19. “Berbagai gejala yang tertinggal, terutama jantung berdebar-debar, dan ketidaknyamanan yang luar biasa di dada dan tulang rusuk saya, ” kata Silverman.

Baca juga:   Hari terakhir daftar lelang rumah sitaan bank Rp 300-an juta, di Karawaci, Tangerang

Yang harus dilakukan

Jika kita merasakan gejala-gejala corona terbaru tersebut, atau bahkan fakta corona lainnya, Pusat Pengendalian serta Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan buat segera hubungi profesional medis, terutana dirasa ada risiko tinggi.

Itu yang memiliki risiko tinggi menderita penyakit dari Covid-19 adalah:

  • Usia di atas 65 tahun. – Orang yang tinggal pada panti jompo atau fasilitas perawatan jangka panjang.
  • Orang yang memiliki keburukan paru-paru kronis atau asma sedang hingga berat, kondisi jantung dengan serius, memiliki berat badan terlalu atau obesitas, dan memiliki diabetes.
  • Serupa mereka yang memiliki penyakit ginjal kronis dan sedang menjalani dialisis, atau memiliki penyakit hati.

Ingat, pandemi corona belum berakhir. Tetap jaga jarak, memakai masker, dan sering mencuci lengah. Cermati gejala corona terbaru buat deteksi dini agar lebih lekas mendapat penanganan.

Artikel ini sudah tayang di Kompas. com dengan judul “7 Gejala Baru Infeksi Covid-19 yang Mengejutkan”,

Penulis: Nabilla Tashandra
Editor: Glori K. Wadrianto

 

 

gong2deng –>

Editor: Adi Wikanto