Inilah cara penularan virus corona di pesawat terbang

September 24, 2020 by No Comments

LANGSUNG. CO. ID – Di tengah pandemi corona, pemindahan publik beroperasi dengan berbagai penyekatan seperti pengaturan tempat duduk dengan jarak tertentu dan penggunaan kedok. Namun, apakah hal itu cukup untuk mencegah penyebaran virus corona bagi penumpang pesawat terbang?

Besar hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal ilmiah menjadi jawabannya. Penelitan pertama mengamati empat orang di dalam penerbangan 15 jam yang sesuai dari Boston, Amerika Serikat ke Hong Kong. Kemudian keempatnya dinyatakan positif Covid-19. Dalam kasus tersebut, ditemukan urutan genetik virus di keempatnya adalah identik, yang benar menunjukkan bahwa virus dapat ditularkan selama perjalanan udara.

Studi lain memeriksa penerbangan 10 jam dari London, Inggris ke Hanoi, Vietnam, di mana 16 penumpang ditemukan terjangkit virus ini. Sebanyak 12 di antaranya duduk di kelas bisnis dalam dua kursi atau baris, sebab satu-satunya orang yang bergejala di dalam kabin itu. “Kedekatan tempat bersandar pun sangat terkait dengan pengembangan risiko infeksi, ” demikian suara hasil penelitian itu.

Kedua buatan penelitian itu lalu diterbitkan di jurnal Emerging Infectious Diseases. Temuan tersebut tentu amat penting sebagai panduan bagi pada para pelancong yang perlahan-lahan kembali menggunakan penerbangan udara.

Baca juga: Catat 7 gejala Covid terbaru, daripada silent hypoxia, dehidrasi, kebingungan, dll

Sebab, dengan temuan ini diharapkan akan tersedia cara yang bisa dilakukan menghindar dari paparan virus corona. Jadi catatan, penelitan ini mengamati perut penerbangan yang terjadi di bulan Maret, dan tidak diketahui apakah para penumpang tersebut mengenakan masker atau tidak.

Maskapai saat itu mewajibkan semua penumpang dan tubuh di atas pesawat memakai masker. Selain itu, banyak maskapai penerbangan telah menerbangkan pesawat dengan kapasitas penumpang lebih kecil, dan memblokir kursi tengah demi menciptakan langkah antara penumpang.

Nah, penelitian dimulai dengan memeriksa catatan 1. 110 orang yang telah tertular Covid-19. Dari sana dilihat siapa dengan telah melakukan perjalanan, yang lalu mengarah pada penemuan kelompok empat orang yang berada dalam penerbangan panjang yang serupa, di Boeing 777.

Penelitian itu mampu menunjukkan urutan unik virus tersebut pada keempat pengidap, di mana ada prospek, bahwa dua pengidap suami hidup, duduk di belakang satu pengikut lain, sudah terinfeksi sebelum penerbangan. “Namun, satu-satunya lokasi di mana keempatnya berada dalam jarak dekat untuk waktu yang lama ialah di dalam kabin pesawat, ” demikian pernyataan dalam penelitian itu.

gong2deng –>

Editor: Lazim Wikanto