Itu gejala penyakit tifus yang kudu Anda ketahui

July 5, 2020 by No Comments

LANGSUNG. CO. ID – JAKARTA. Tidak sedikit orang yang bingung membedakan penyakit tifus dengan Demam Berdarah Degue (DBD). Paham saja, kedua penyakit ini mempunyai gejala awal yang mirip. Namun, sebenarnya tifus dan DBD mempunyai gejala yang khas.  

Mengutip dari Nhs. uk, Tifus disebabkan oleh bakteri yang disebut Salmonella typhi. Umumnya, orang yang menderita tifus diakibatkan terinfeksi bakteri menggunakan makanan.  

Baca Juga: Anda menderita murka tenggorokan? Segera sembuhkan dengan cara ini

Penanggung tifus harus diberikan penanganan yang tepat. Bila tidak, penderita bakal mengalami komplikasi serius yang berakibat fatal.    

Agar tak telat memberikan penanganan, ada baiknya Anda mengenali gejala umum tifus yakni.  

  • Suhu agung mencapai hingga 39-40C terutama pada sore dan malam hari.
  • Sakit besar
  • Rendah otot
  • Sakit perut
  • Kehilangan selera makan
  • Sembelit ataupun diare (orang dewasa cenderung memderita sembelit sedamgkan anak-anak cenderung menderita diare)
  • Ruam berupa bintik-bintik merah muda kecil
  • Lelah dan lesu
  • Kebingungan, seperti tak tahu di mana Anda berkecukupan atau apa yang terjadi dalam sekitar Anda.

Komplikasi tifus

Kepelikan yang disebabkan oleh tifus lazimnya hanya terjadi pada orang yang belum diobati dengan antibiotik dengan tepat atau yang terlambat berobat.  

Dalam kasus seperti ini, sekitar satu dari 10 orang mengalami komplikasi. Biasanya, komplikasi berkembang pada minggu infeksi.

Dua keruwetan yang paling umum adalah

  • Pendarahan internal dalam sistem pencernaan.
  • Pelubangan bagian sistem pencernaan atau usus, yang menyebarkan infeksi ke jaringan di dekatnya.

Pendarahan internal

Biasa perdarahan yang terjadi pada tifus tidak mengancam jiwa, tetapi mampu membuat penderita merasa sangat tak enak.

Gejala pendarahan internal jarang lain adalah:

  • Merasa perolehan sepanjang waktu
  • Sesak napas
  • Kulit pucat
  • Detak dalaman tak teratur
  • Muntah darah
  • Feses berwarna betul gelap

Tansfusi pembawaan mungkin diperlukan untuk mengganti darah yang hilang, dan operasi bisa dilakukan untuk memperbaiki organ dengan mengalami pendarahan.

Perforasi

Perforasi berpotensi menimbulkan kepelikan yang sangat serius. Hal itu terjadi karena bakteri yang hidup di dalam sistem pencernaan penanggung bisa berpindah ke perut & menginfeksi lapisan perut (peritoneum). Situasi ini dikenal dengan sebutan radang selaput perut.

Peritonitis adalah keadaan darurat medis, karena seharusnya jaringan peritoneum melempem (bebas kuman). Tidak seperti bagian lain dari tubuh, seperti kulit, peritoneum tidak memiliki mekanisme pertahanan untuk melawan infeksi.

Pada peritonitis, infeksi dengan cepat menyebar ke dalam darah (sepsis), sebelum merebak ke organ lain. Ini mendatangkan risiko kegagalan organ-organ tubuh.

Bila tidak diobati dengan benar, radang selaput perut bisa menyebabkan kematian. Gejala dengan paling umum dari peritonitis merupakan sakit perut tiba-tiba yang dengan cepat semakin memburuk.

Penderita radang selaput perut sebaiknya dirawat di rumah sakit. Pasien akan diberi suntikan antibiotik. Pembedahan mungkin akan dilakukan buat menutup lubang di dinding usus. (Lily Turangan) 

Membaca Juga: Waspada penyakit DBD, yuk kenali gejala aib mematikan ini

Artikel ini telah membawa di Kompas. com dengan tajuk “Kenali Gejala Tifus dan Efek Komplikasinya”,  

gong2deng –>

Editor: Tri Sulistiowati