Itu penjelasan Satgas tentang peristiwa ikutan yang terjadi di vaksinasi di Sulut

April 4, 2021 by No Comments

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. Program vaksinasi dalam Sulawesi Utara (Sulut) tahu terhenti pada pekan final Maret silam. Penyebabnya, tersedia laporan tentang kejadian tidak diharapkan yang menimpa pengikut program vaksinasi.

Jurubicara Satgas Penanganan Covid-19 Sulut Steaven Dandel, menjelaskan penghentian semantara itu merupakan kiprah hati-hati yang harus diambil. Mengingat, “Adanya angka peristiwa ikutan pasca imunisasi (KIPI) sebesar 5%-10% dari total yang divaksin AstraZeneca, ” tutur Steaven, seperti dikutip kompas. com

Gejala ikutan dengan dilaporkan peserta vaksinasi pada Sulut seperti demam, menggigil, nyeri di badan & tulang, mual dan muntah. Merujuk ke dokumentasi emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 AstraZeneca, kejadian ikutan yang disebut di tempat merupakan efek samping yang sifatnya sering hingga benar sering terjadi. Catatan sekadar, yang dimaksud sering terjadi adalah 1 di antara 100 suntikan. Sedang benar sering terjadi adalah satu di antara 10 suntikan.

Baca Juga: Pemerintah langgeng akan lakukan vaksinasi Covid-19 di bulan puasa

Sebab KIPI yang terjadi tercatat ringan, dan sudah terselesaikan, vaksinasi di Sulut kendati bisa bergulir kembali. “Komnas KIPI telah mengeluarkan tulisan rekomendasi yang ditujukan pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Mengetengahkan melalui Tim Komisariat Wilayah KIPI, untuk melanjutkan program vaksinasi Covid-19, ” perkataan Wiku Adisasmito, Jurubicara Satgas Penanganan Covid-19, Kamis pasar lalu.

Dalam laman resminya, Satgas menjelaskan mengenai dua kejadian tidak diinginkan yang bisa muncul sesudah vaksinasi. Kejadian pertama itu biasa disebut KIPI, dengan merupakan kejadian yang tidak berkaitan langsung secara sebab akibat dengan vaksin. Pengantara KIPI ini seperti ciri genetik, pengaruh obat lain, adanya kesalahan medis dan faktor lain.

Medium kejadian ikutan kedua lazim disebut reaksi simpang. Tersebut adalah kejadian ikutan yang terbukti berkaitan langsung dengan sebab akibat dengan vaksin. Dalam kenyataan, kejadian turutan yang berupa reaksi menyimpan ini sangat sedikit bila dibandingkan kejadian ikutan lainnya. Mengingat, proses pembuatan vaksin sudah memiliki standar pengawasan yang ketat, sejak dari pengembangan hingga distribusi.

Baca Pula: PBB: Masih ada ketidakadilan dalam pembagian vaksin Covid-19 secara global

Dari hasil monitoring dengan dilakukannya, Satgas menyatakan KIPI yang umum dialami peserta vaksinasi Covid-19 di Nusantara biasanya berupa rasa nyeri dan pembengkakan di area lokal penyuntikan. Efek asing yang juga umum ditemukan adalah keletihan, sakit kelapa, rasa nyeri otot ataupun sendi dan demam.

Agar terhindar dari pengaruh semacam itu, ada upaya sederhana yang bisa dilakukan peserta vaksinasi. Rasa sakit dan rasa tidak makmur dapat dikurangi dengan pengompresan di area suntik. Peserta vaksinasi juga diminta menjaga hidrasi tubuhnya masing-masing.

Meski kejadian ikutan dengan dialaminya terbilang umum, masyarakat tetap diminta waspada. “Apabila dirasakan dalam waktu dengan cukup lama, atau lebih dari satu bulan, atau mengakibatkan efek yang mengandung pada tubuh, maka klub diharapkan secara proaktif melaporkan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan segera, ” tutur Wiku.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

 

gong2deng –>

Editor: Thomas Hadiwinata