Itu perbedaan batuk karena Covid-19 dan batuk biasa

September 12, 2020 by No Comments

LANGSUNG. CO. ID –  Batuk adalah bentuk pertahanan natural tubuh untuk mengeluarkan zat penyebab iritasi, seperti lendir, serbuk sari, asap atau alergen.

Dalam kejadian virus corona, batuk umumnya dirasakan oleh sebagian besar pasien bergejala. Berdasarkan data dari Satuan Suruhan (Satgas) Penanganan Covid-19, tercatat 70% pasien positif bergejala menderita batuk.

Bagaimana cara membedakan batuk karena Covid-19 serta batuk biasa? Mengingat Covid-19 mengiritasi jaringan paru-paru, maka batuk menjelma kering dan berkepanjangan. Batuk itu disertai dengan sesak napas serta nyeri otot.

Saat virus tiba berkembang, jaringan paru-paru dipenuhi secara cairan dan Anda mungkin merasakan lebih sesak napas saat tubuh berjuang untuk mendapatkan cukup oksigen.

Beda batuk kering & basah

Dikutip lantaran Science Alert, 17 April 2020, batuk darah basah mengeluarkan dahak dari metode pernapasan bagian bawah ke di dalam mulut. Bunyi batuk basah tersebut disebabkan oleh cairan di tata cara napas dan dapat disertai dengan suara mengi saat menarik bernapas.

Saluran napas bagian bawah mempunyai lebih banyak kelenjar sekretorik daripada tenggorokan Anda, itulah sebabnya infeksi saluran pernapasan bagian bawah membuat batuk basah.

Sementara itu, batuk darah kering tidak menghasilkan dahak. Biasanya dimulai di bagian belakang tenggorokan dan menghasilkan suara kasar.

Batuk darah kering tidak melegakan saluran asimilasi sehingga penderita sering menggambarkannya sebagai batuk yang tidak memuaskan.

Senior Consultant Pulmonary Critical Care Medicine, Aster Prime Hospital, Dr Ravindra Nallagonda mengatakan, batuk kering terjadi karena terdapat peradangan atau perangsangan pada saluran pernapasan.

“Orang mungkin merasakan atau mengalami rasa risi atau serak di bagian buntut tenggorokannya yang juga bisa mendatangkan refleks batuk, ” kata dia, dikutip dari Times of India, 1 April 2020.

Batuk kering yang menandakan seseorang menderita virus corona adalah:

  • Batuk kering terus menerus
  • Batuk yang terjadi setidaknya dalam waktu setengah hari
  • Tidak berlaku sesekali hanya karena berdehem atau ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan
  • Batuk ini merupakan sesuatu dengan baru dirasakan penderita.

Batuk biasa

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit CDC), batuk yang terjadi pada penderita influenza sering terjadi secara tiba-tiba. Penderita pun bakal sembuh dalam waktu yang nisbi singkat, yaitu kurang dari dua minggu.

Selain itu, batuk dengan terjadi pada orang yang menderita flu akan disertai dengan radang selaput lendir dan bersin-bersin, sementara penderita Covid-19 tidak mengalami itu.

Artinya, seseorang yang menunjukkan batuk disertai dengan pilek dan didahului oleh fase bersin, dimungkinkan ia terkena flu biasa, dikutip dari Business Insider, 12 Maret 2020.

Kapan harus khawatir?

Bila menderita batuk kering dan mencurigai adanya infeksi virus corona, Kamu harus mewaspadai gejala lain, laksana demam tinggi yang berlangsung periode, hilangnya rasa atau penciuman, sesak napas, dan masalah pencernaan.

Tatkala, hal yang bisa dilakukan adalah meminum obat-obatan untuk meredakan batuk. Jika batuk terus-menerus, Anda mampu menggunakan bantal yang ditinggikan era tidur. Hal ini dapat membangun mengurangi dan meredakan iritasi. ( Ahmad Naufal Dzulfaroh )

 

Artikel ini telah tayang di Kompas. com dengan judul “Beda Batuk karena Covid-19 dan Batuk Biasa, Teks Harus Khawatir? ”

gong2deng –>

Editor: Noverius Laoli