Jalan MR. DIY Cegah Penyebaran Virus Covid-19

December 2, 2020 by No Comments

KONTAN. CO. ID – Menjelang tutup tahun 2020 kasus mutakhir Covid-19 masih bertambah, bahkan tahu melonjak kembali. Padahal bulan Desember ini bagi pebisnis ritel seolah-olah MR. DIY adalah upaya terakhir mendongkrak penjualan guna meraih tumpuan yang sudah ditetapkan.

MR. DIY yang memiliki 200 toko dalam seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua memiliki 3000 orang pekerja dan 5% di antaranya beroperasi di kantor pusat, sisanya main di gerai toko dan gudang. Diantara karyawan yang bekerja pada kantor pusat, saat ini hanya 50% yang bekerja di dewan, sedang lainnya bekerja dari vila.

Upaya MR. DIY dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 antara lain dengan membentuk tim tanggap Covid-19 bernama MR. DIY Corona Crisis Center dan bagian hotline ( contact center ) untuk membantu pengerjaan sekirangnya terjadi kasus positif.

Sebagai gerai yang menyediakan berbagai perkakas keluarga, alat tulis dan hiasan rumah dengan harga terjangkau tetap MR. DIY tak cukup mendisiplinkan karyawan saja, tetapi juga para pelanggan yang berbelanja ke gardu.

Menurut Cyril Noerhadi, Presiden Eksekutif MR. DIY Indonesia guna menetapkan kebersihan toko telah dilakukan aturan kesehatan 3M yang mencakup:

satu. Menyediakan akses cuci tangan dan hand sanitizer di setiap toko, sehingga pengunjung dapat mencuci lengah atau menggunakan hand sanitze r terlebih dulu sebelum masuk ke toko.
2. Mengukut suhu badan pekerja sebelum memulai pekerjaan.
3. Mengukur suhu tubuh pengunjung dan mengingatkan mereka untuk wajib menggunakan masker sebelum masuk ke gardu.
4. Mewajibkan pegawai mencantumkan masker dan/atau face shield
5. Menghapuskan troli dengan desinfektan secara tetap
6. Menyarankan konsumen untuk bertransaksi secara non tunai berperan mencegah penyebaran virus.
tujuh. Mengatur jarak antar kasir serasi aturan social distancing yang berlaku serta memastikan tidak ada kerumunan konsumen saat antre membayar.

Sebagai sikap antisipasi awal manajemen MR. DIY menganjurkan kepada karyawan yang kurang sehat untuk bekerja dari vila. Selain itu, bila ada pegawai yang terindikasi positif Covid-19 buat menginformaskan kepada contact center tim paham Covid-19, sehingga tim dapat menyelenggarakan contact tracing lebih lanjut untuk menyekat penyebarluasan virus.

“Kami melakukan ulangan usap ( swab test ) dan tes cepat ( rapid test ) bagi karyawan yang menetapkan menjalani isolasi mandiri, serta untuk karyawan lain yang terlibat relasi dengan karyawan tersebut, ”jelas Cyril.
Tes kepada seluruh pekerja dengan memperhatikan sebesara besar potensi kontak karyawan tersebut dengan suspek atau karyawan yang terdeteksi membangun Covid-19.

“Kami akan menutup tatkala lokasi (toko) dan melakukan penyemprotan desinfektan. ”imbuh Cyril.

Tim leader akan mengatur ulang pembagian tugas, sehingga masing-masing karyawan melengkapi order karyawan lainnya. Selain itu pula dilakukan penggantian tim untuk gardu, bila tim sebelumnya perlu melakukan isolasi mandiri.

Agar karyawan pasti konsisten dan disiplin tim HR dan tim leader MR. DIY masing-masing toko terus melakukan sosialisasi berkala dengan memasang peringatan di toko untuk selalu disiplin memasukkan aturan 3M yang dianjurkan.

“Kami juga melakukan pelatihan secara tetap agar karyawan dapat memahani peraturan secara baik sekaligus bersedia menjalankannya demi kesehatan dan keselamatan beriringan. ”jelas Cyril.
Tantangan istimewa dalam menjalankan protokol kesehatan 3M menurut Cyril adalah kedisiplinan. “Namun semakin lama, implementasinya semakin molek, karena banyak karyawan yang lebih waspada terhadap kesehatan mereka, ”imbuh Cyril.

Selain gencar memberikan sosialisasi protokol kesehatan 3M bagi pekerja, MR. DIY juga fokus di edukasi ke konsumen yang muncul dan berbelanja di toko. “Khususnya mereka yang berada di tanah air kecil dan tidak terlalu familiar dengan penerapan 3M ini, ana selalu mengingatkan karyawan untuk positif penerapan protokol kesehatan bagi tamu yang datang, ”jelas Cyril.

Mengelola produktivitas karyawan yang bekerja dibanding rumah saat pandemi corona kaya sekarang juga menjadi hal penting. Sejak Pembatasan Sosial Berskala Tinggi (PSBB) diberlakukan, tim HRD MR. DIY mengadakan sejumlah pelatihan dengan daring. Meski awal pelatihan terang sulit karena belum terbiasa,, tetapi saat ini karyawan MR. DIY sudah semakin terbiasa dan tidak canggung lagi untuk mengikuti pelatihan secara daring.

Topik pelatihan tiba dari management skill , sharing antar tim sebagai bentuk motivasi. ”Kami juga menyimpan self isolation rencana , berisi pelatihan bagi teman-teman yang tengah melakukan isolasi mandiri, ”imbuh Cyril.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

 

gong2deng –>

Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti