Kebiasaan mengguncang bayi berbahaya, terkait dampak yang mungkin muncul

May 4, 2021 by No Comments

KONTAN. CO. ID – Terkadang,   orangtua akan mengguncang atau melempar bayi  untuk menyenangkannya. Memang terlihat menyenangkan, terlebih buah hati biasanya akan tertawa setelah dilempar ke arah.

Tahukah Anda, mengguncang tubuh bayi akan berpengaruh buruk pada kesehatannya? Kebiasaan tersebut bisa menyebabkan cedera yang cukup parah meskipun dilakukan dengan hati-hati.

Shaken baby syndrome atau sindrom bayi terguncang, melansir dari Healthline, ialah cedera otak yang bisa dialami bayi yang mengalami guncangan yang keras.  

Mengayun, mengguncang, hingga melempar bayi dapat memicu kerusakan otak parah dalam bayi.   Soalnya, kepala dan leher bayi belum sempurna kuat sehingga rawan mengalami cedera.  

Guncangan yang dialami bayi membuat otak mereka membentur tempurung otak secara terus-menerus.   Akibatnya otak jadi lebam, membengkak, hingga terjadi pendarahan pada otak.

Selain cedera pada akal, mengguncang tubuh bayi bisa menimbulkan cedera pada tulang hingga mata mereka.  

Baca Juga: Terkait 3 cara mudah mengatasi anak yang kecanduan device

Gejala shaken baby syndrome

Bayi di bawah usia 2 tahun biasanya sering mengalami shaken baby syndrome . Pada umumnya sindrom ini terjadi akibat sering dilempar ke arah saat sedang bermain dengan bayi.  

Orangtua biasanya menenangkan bayi dengan cara melemparnya ke arah atau mengguncang bayi, tentu tindakan ini dilakukan dengan mengontrol tenaga.  

Meskipun sudah dengan tenaga yang terkontrol, kebiasaan tersebut bisa mengakibatkan sindrom bayi terguncang.

Bayi yg mengalami sindrom ini jadi menunjukkan gejala yang khas.   Mengutip  dari Mayo Clinic, berikut gejala bayi yang mengalami shaken baby syndrome :

  1. Sering rewel dan marah berlebihan
  2. Susah untuk tetap terjaga 
  3. Masalah dalam pernapasan 
  4. Menunjukkan selera makan yang tidak benar
  5. Sering muntah
  6. Kulit berwarna pucat atau kebiruan
  7. Kejang
  8. Kelumpuhan hingga koma

Bersumber dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, shaken baby syndrome biasanya dibarengi dengan cedera mata lalu cedera tulang.  

Mata buah hati dapat mengalami pendarahan retina pada satu atau kedua mata.   Sedangkan cedera tulang yang ditimbulkan akibat sering mengguncang bayi adalah patah tulang pada lengan, tungkai, dan iga.  

Untuk mencegah cedera tersebut, hindari melempar dan mengguncang tubuh bayi. Awasi buah hati saat bermain bersama orang lain agar terhindar dari kegiatan yang menimbulkan shaken infant syndrome .  

gong2deng –>

Editor: Tiyas Septiana