Kedok medis masih menjadi pilihan sari masyarakat

October 13, 2020 by No Comments

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA . Kedok menjadi aksesoris wajib dalam melakukan kegiatan sehari-hari di tengah pandemi Covid-19. Pilihan masyarakat dalam memutuskan jenis masker pun beragam.

Direktur PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) Jodi Pujiyono misalnya. “Saya selalu menggunakan masker kesehatan atau masker medis sekali pakai, ” ujarnya kepada Kontan. co. id, Senin (12/10).

Menurut dia, masker kesehatan lebih aman dan bersih. Penggunaannya selalu bisa lebih efisien secara periode dibanding masker non-medis.

“Masker medis lebih nyaman. Masker jenis ini juga bisa dipakai lebih daripada 8 jam, ” terang Jodi.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Senin (12/10): Tambah 3. 267 peristiwa, jangan lupa pakai masker

Mengutip situs World Health Organization (WHO), penggunaan masker medis memang memiliki masa memakai yang cukup panjang. Dalam suasana tertentu, masker ini baru tetap diganti jika kondisinya sudah jeblok, kotor, atau bahkan rusak.

Tetapi, tidak diperkenankan memegang atau sekadar menyesuaikan penggunaannya di wajah ketika masker jenis ini sudah dipergunakan. Jika hal ini terjadi, masker medis wajib diganti.

Berbeda secara masker kain yang penggunaannya disarankan maksimal empat jam. Tapi, kedok kain bisa dicuci sebelum kembali digunakan.

Masker medis juga siap menyaring partikel berukuran 3 mikrometer. Dengan kata lain, masker medis memiliki tingkat filtrasi partikel ataupun droplet antara 94% hingga 95%. Sedangkan masker kain memiliki tingkat filtrasi hingga 70%, tergantung sejak jenis dan jumlah lapisan kainnya.

Aldo, salah satu karyawan swasta juga lebih banyak menggunakan kedok medis ketika harus mengunjungi tempat yang terdapat sejumlah orang dalam satu ruangan yang sama. “Seperti kalau harus rapat misalnya, ” imbuh dia.

Membaca Juga: Garuda Indonesia kembali luncurkan livery pesawat bermasker

Tapi, jika sedang menjalankan aktivitas sehari-hari pada sekitar rumah, dia memilih menggunakan masker kain tiga lapis. Tetapi, dia tetap menggunakan masker macam ini untuk sekali pakai.

“Misalnya kalau hanya sekadar beli rokok ke warung, cukup pakai kedok kain. Kembalinya ke rumah, langsung saya cuci sekalian cuci tangan sebelum kembali digunakan setelah biasa, ” terangnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

gong2deng –>

Editor: Anna Suci Perwitasari