Kerap merasa nyeri? Ini gejala rematik yang wajib Anda ketahui

July 15, 2020 by No Comments

KONTAN. CO. ID kacau JAKARTA . Rematik tidak sama dengan asam urat. Agar tak salah penanganan, kenali dulu gejala rematik.  

Penyakit rematik merupakan peradangan sendi kronis yang dikarenakan oleh gangguan autoimun.  

Gangguan antoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang berfungsi sebagai pertahanan kepada penyusup, seperti virus, bakteri, serta jamur keliru menyerang sel serta jaringan tubuh sendiri.  

Baca Juga: Anda menderita rematik? Berikut obat herbal yang ampuh meredakan rematik

Dalam norma medis, rematik disebut sebagai Rheumatoid arthritis (RA). Selain rematik, tersedia beberapa gangguan autoimum lain yang bisa terjadi, seperti penyakit lupus, multiple sclerosis, dan termasuk sakit tipe 1.
 
Melansir Mayo Clinic, rematik terjadi saat sistem imun gagal memisahkan jaringan sendiri dengan benda asing, sehingga menyerang jaringan tubuh sendiri khususnya jaringan sinovium. Jaringan sinovium adalah selaput tipis yang mengurung atau melapisi sendi.  

Alhasil, gangguan autoimun pada penyakit rematik dapat menyebabkan sendi bengkak, nyeri, meradang, rusak, kehilangan fungsi, & bisa cacat.  

Rematik bisa menyerang hampir semua sendi dalam tubuh, tetapi yang paling sering terserang adalah sendi di pergelangan tangan, buku-buku jari, lutut, dan pergelangan kaki.  

Sendi asing yang bisa jadi diserang ialah tulang belakang, pinggul, leher, pundak, rahang, dan termasuk sambungan antarulang sangat kecil di telinga periode dalam.  

Serangan rematik biasanya simetris, yakni menyerang sendi yang sama di kedua sisi tubuh. Artinya, jika kaki kanan merasai nyeri, biaanya akan terjadi juga di kaki kiri, dan sebaliknya.  

Gejala rematik 

Melansir Buku Tetap Segar Setelah Usia 40 (2020) oleh dr. Salma, gejala rematik terjadi bervariasai pada setiap orang. Tetapi, ada beberapa gejala rematik yang bisa dikenali dan harus diwaspadai. Berikut ini gejala rematik dengan paling umum terjadi:  

1. Sendi kaku di pagi hari 

Kaku atau nyeri sendi sebagai gejala rematik biasanya akan berlangsung selama setidaknya satu jam. Keadaan ini lain dengan kekakuan sebagai gejala osteoarthritis yang biasanya menghilang dalam setengah tanda saja.  

Selain itu, penyakit rematik juga dapat dikenali secara munculnya sensasi kesemutan atau melalak pada sendi.

2. Pembengkakan dan nyeri sendi 

Sendi yang mengalami pembengkakan dan nyeri sebagai gejala rematik biasanya terasa hangat dan lembek masa disentuh. Rasa sakit biasanya terjadi pada kedua sendi di sisi kanan dan kiri (simetris), tetapi mungkin tingkat keparahannya berbeda, berpegang sisi mana yang lebih sering digunakan.  

3. Nodul atau timbul benjolan 

Sekitar 20% pasien rematik, peradangan pembuluh darah kecil bisa menerbitkan nodul atau benjolan di lembah kulit.  

Benjolan pada urusan rematik biasanya berukuran sebesar kacang hijau atau sedikit lebih gembung dan sering kali terletak dalam dekat persendian. Nodul dapat terbentuk di sepanjang perjalanan penyakit rematik.  

4. Penumpukan cairan 

Cairan bisa tertumpuk terutama di pergelangan kaki. Di dalam beberapa kasus rematik, kantung prinsip belakang lutut mengakumulasi cairan & membentuk apa yang dikenal sebagai kista baker.  

Kista baker terasa seperti tumor dan kala memanjang ke bawah, ke arah belakang betis dan menyebabkan mengalami sakit. Namun, kista baker juga dapat berkembang pada orang dengan tidak menderita rematik.  

5. Gejala seperti flu 

Kelelahan, penurunan berat badan, dan demam bisa menjadi gejala awal penyakit rematik. Beberapa orang merasakan kondisi ini, yakni sesuai mengalami gejala pilek atau flu. Bedanya, gejala rematik bisa berlangsung selama bertahun-tahun.  

Sejumlah petunjuk rematik di atas patut diwaspadai. Meskipun rematik adalah penyakit menahun dan sistematis, gejala serangannya mampu datang dan pergi.  
Ada masa-masa ketika sendi menjadi lebih meradang dan menyakitkan dengan disebut sebagai flare atau suar. Flare ini bisa terjadi dengan tiba-tiba tanpa sebab yang nyata, lalu diikuti dengan remisi ataupun masa-masa dengan sedikit peradangan.  

Jika Anda menemukan gejala rematik, baik kiranya untuk bisa cepat berkonsultasi dengan dokter mengenai langkah penanganan yang paling tepat.  
Dalam beberapa tahun mula-mula, rematik sudah bisa menyebabkan kebobrokan dan cacat permanen di persendian. Selain itu, rematik juga mampu menimbulkan komplikasi berbahaya yang mampu mempengaruhi fungsi tulang, mata, peparu, hingga jantung. (Irawan Sapto Adhi)

Baca Juga: Ini loh beda penyakit rematik dan asam urat yang wajib Anda ketahui

 

Artikel ini telah tayang di Kompas. com dengan judul “5 Gejala Rematik yang Harus Diwaspadai”,

gong2deng –>

Editor: Tri Sulistiowati