Masih banyak yang bingung, ini perbedaan obat generik lalu paten

March 31, 2021 by No Comments

KONTAN. CO. ID –  Masyarakat terkadang masih bingung tentang beda obat generik dan paten.  

Beberapa orang juga beranggapan bahwa obat paten lebih ampuh dalam mengobati suatu penyakit dibandingkan obat generik.  

Hal ini lantaran obat generik selalu dinilai memiliki kualitas lebih rendah dibandingkan obat paten dikarenakan harganya yang murah.  

Lantas, apa bedanya obat generik dan paten?  

Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) pasarkan obat Fluvir di Indonesia, menggandeng Amarox

Beda obat generik dan paten 

Dirangkum dari Ikatan Apoteker Indonesia, berikut adalah beda obat generik dan paten yang perlu diketahui oleh masyarakat:

Obat paten

Obat paten adalah obat yang diproduksi dan dipasarkan oleh industri farmasi, pada mana industri itu punya hak paten untuk proses riset dan penemuan obat baru.  

Selama masa hak paten kurang lebih 20 tahun, bukan boleh ada industri lain yang melakukan produksi / memasarkan obat tersebut dengan nama generik tanpa izin.  

Jadi, obat paten sebenarnya hanya ada satu merek contohnya Amoxil yang merupakan obat antibiotik hasil penemuan Beecham.  

Selain tersebut, bukan berarti juga seandainya obat paten memiliki khasiat yang lebih ampuh dibandingkan dengan obat generik.  

Lihat Juga: Pemerintah tingkatkan kapasitas pemeriksaan, Abbot sediakan alat tes Covid-19 canggih

Obat generik

Obat generik pun sebenarnya terbagi menjadi 2 jenis yg berbeda. Yakni obat generik bermerk dan obat generik berlogo.

Obat generik adalah obat yang telah habis masa patennya. Sehingga biasanya perusahaan farmasi bersaing untuk memproduksi versi generiknya yakni obat generik tanpa harus membayar royalti.  

Sebenarnya, khasiat obat generik tidak kalah bagus dari obat paten lantaran obat generik juga mempunyai kandungan zat aktif dan tingkat efektivitas yang sama dengan obat paten.  

Hanya saja obat generik dapat dijual dengan dan yang jauh lebih murah karena memproduksi obat generik tidak membutuhkan biaya untuk riset atau penelitian serta tidak membutuhkan biaya untuk pematenan obat.

Contoh obat generik adalah Parasetamol, Amoksilin, Klorfeniramin, Maleat, Isosorbid Dinitrat, dan lain-lain.  

Lihat Juga: Berkat vaksin corona buatan Pfizer, dua kakak beradik terkait raup cuan US$ eight miliar

gong2deng –>

Editor: Virdita Ratriani