Memahami infeksi tanpa gejala, pemicu kewaswasan corona gelombang dua

May 13, 2020 by No Comments

KONTAN. CO. ID – Lonjakan kasus virus corona baru di Korea Selatan serta China memicu kekhawatiran kemunculan epidemi gelombang kedua. Yang makin membuat cemas, penularannya dari orang positif Covid-19 tanpa gejala.

Di Wuhan, China, misalnya, otoritas kesehatan, Senin (11/5), mengumumkan kluster baru virus corona yang semua kasus sebelumnya masuk klasifikasi sebagai tanpa isyarat. Ini merupakan kluster pertama pada Ibu Kota Provinsi Hubei tersebut sejak 3 April.

Begitu selalu dengan Korea Selatan, kluster Itaewon di Seoul yang otoritas kesehatan umumkan Ahad (10/5) muncul dibanding seorang pria 29 tahun yang tidak sadar sudah terjangkit virus corona, yang menulari puluhan orang di distrik kehidupan malam itu.

Infeksi tanpa gejala adalah karakter yang terjangkit virus corona dan bisa menularkan ke orang asing tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda klinis seperti demam.  

Baca Juga: Virus corona serang bagian tubuh itu, apa saja?

Nah, infeksi tanpa gejala maka salah satu pemicu kekhawatiran  kehadiran wabah gelombang kedua atau kebangunan kembali epidemi saat banyak negeri mulai melonggarkan penguncian atau pemisahan yang ketat.

“Kecerobohan bisa menerbitkan ledakan infeksi, ” kata Wali Kota Seoul Park Won-soon seolah-olah dikutip Channelnewsasia. com.  

Pusat Pengoperasian dan Pencegahan Penyakit Amerika Konsorsium (CDC) menyebutkan, sebanyak 25% orang yang terinfeksi virus corona tidak menunjukkan gejala yang signifikan.  

“Ini menjelaskan seberapa cepat virus corona terus menyebar di semesta negeri, ” kata Robert Redfield, Direktur CDC, kepada New York Times akhir Maret lalu.

Mengaji Juga:   Serbaneka virus corona, mulai ciri-ciri, bentuk, sampai penyebarannya

Infeksi tanpa fakta inilah yang kemudian membuat CDC merekomendasikan masyarakat memakai masker saat keluar rumah. Sebelumnya, rekomendasi mereka: orang yang sehat tidak memakai masker.

Menurut CDC, kemunculan infeksi tanpa gejala menyulitkan pemutusan pertalian penyebaran wabah virus corona.

Kelompok usia muda

gong2deng –>

Editor: S. S. Kurniawan