Memiliki penyakit asam lambung? Hindari macam makanan ini

August 15, 2020 by No Comments

LANGSUNG. CO. ID – Penyakit asam lambung dapat membuat penderitanya merasakan rasa tak aman seperti mulas, rasa panas kaya terbakar di dada, kembung, & kerap bersendawa.

Gangguan asam besar yang naik dari perut ke kerongkongan yang bersifat kronis atau kumat lebih dari dua kala seminggu disebut gastroesophageal reflux disease ( GERD).

Ahli gastroenterologi dibanding Johns Hopkins Medicine, Ekta Gupta, M. B. B. S., M. D. menyebut, makanan dan minuman memainkan peran penting dalam melayani penyakit asam lambung.

Baca Juga: 3 Cara mudah merawat Monstera

“Diet makanan tertentu adalah terapi lini pertama yang digunakan untuk membantu penderita GERD, ” jelas Dr. Gupta, laksana dilansir laman resmi RS setempat.

Menurut Dr. Gupta, beberapa macam makanan dapat membuat otot sfingter esofagus rileks. Akibatnya, proses pencernaan jadi tertunda, makanan jadi bertambah lama berada di lambung, serta memicu asam lambung naik.

Berikut beberapa jenis makanan yang kudu dihindari penderita asam lambung:

Baca Juga: Simak lima manfaat kumur secara air garam

1. Makanan berlemak jenuh dan kolesterol tinggi

Melansir Healthline, asupan yang penuh mengandung lemak jenuh dan kolesterol termasuk jenis makanan yang kudu dihindari penderita asam lambung.

Makanan berlemak tak sehat dapat menyandarkan tekanan otot sfingter esofagus. Sehingga, makanan bisa lebih lama teduh di perut.

Selain itu, terdapat hubungan erat antara kebiasaan makan makanan yang mengandung kolesterol mulia dan banyak lemak dengan GERD.

Melansir Medical News Today, studi di Alimentary Pharmacology and Therapeutics menunjukkan, orang yang kerap santap asupan tinggi kolesterol dan lemak jenuh cenderung mengalami GERD.

Kamu yang sedang bergelut dengan keburukan asam lambung, baiknya hindari sasaran yang banyak mengandung lemak penuh dan kolesterol.

Misalkan aneka gorengan, keripik, kerupuk, daging berlemak, jerohan, daging olahan, burger, pizza, mandung goreng, dll.

gong2deng –>

Editor: Noverius Laoli