Panduan menghindari corona saat berada dalam kantor dan area publik

June 27, 2020 by No Comments

KONTAN. CO. ID porakporanda JAKARTA.   Saat kembali beraktivitas, tempat umum justru bisa menjadi potensi  penyebaran virus SARS-CoV-2. Adapun ruang publik yang punya potensi sebagai tempat penyebaran baru corona adalah ruang kantor, restoran dan moda transportasi.  

  Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto berharap masyarakat pekerja serta pengelola bangunan kantor  mencermati kurang situasi di lingkungannya.   Dia menekankan  tak hanya protokol kesehatan, seperti jaga jarak, pakai kedok dan cuci tangan dilakukan selama bekerja di kantor. Beberapa kejadian lain perlu mendapatkan perhatian saat bekerja di ruangan.  

“Yang mula-mula tentang pengisian ruang dengan total orang, untuk meyakinkan bahwa setiap pekerja di kantor itu bisa menjaga jarak. Setidaknya satu separuh meter satu dengan yang lain, ” ujar Achmad Yurianto masa memberikan keterangan pers di Jalan Center Gugus Tugas Nasional, Jumat (26/6).

Baca Juga: Inilah 38 daerah yang berubah status dari daerah kuning dan oranye menjadi hijau

Ia selalu menambahkan bahwa interaksi para pelaku di ruangan yang lama akan berpeluang untuk terjadinya penularan.   “Maka menjaga jarak dan pasti menggunakan masker sepanjang berada di ruang pekerjaan, ini menjadi objek yang mutlak kita lakukan, ” kata Yurianto.  

Baca Juga: Hore! ada sembilan wilayah masuk zona risiko rendah corona di Jawa Timur

Pada sisi lain, Yurianto mengatakan bahwa pengaturan ventilasi dan sirkulasi hawa penting untuk pencegahan, seperti penggunaan pendingin udara. Menurutnya, pendingin udara sebisa mungkin tidak sepanjang zaman. Pengaturan pendingin udara dapat dimulai pada jam tertentu dan diupayakan juga setiap hari. “Udara diganti dengan udara segar yang berasal dari luar, ” ujarnya.

Baca Juga: Dokter Reisa: Indonesia siap buatan APD 17 juta unit bagi bulan

Tentunya, desain ruangan pada sebuah gedung akan mempengaruhi cara kerja aliran udara maupun sirkulasi udara. Ia berceloteh, “Upayakan itu bisa kita kerjakan, termasuk ruangan-ruangan di rumah kita. ” 

Selanjutnya, Yurianto mengingatkan potensi penyebaran di tempat makan atau restoran. Para pekerja kantor mungkin mengalami saat waktu istirahat dalam siang hari. Mereka bertemu pada suatu tempat untuk makan siang pada waktu yang relatif berbenturan.  

“Ini akan dilakukan oleh semua orang dan banyak karakter, dengan kapasitas yang kemudian kudu kita batasi, seringkali disiplin itu tidak bisa dipenuhi sehingga jarak satu dengan yang lain tak bisa dijaga, untuk lebih sejak satu setengah meter, ” ujarnya.

Ketiga, Yurianto menyampaikan bahwa daya penyebaran dapat terjadi di transportasi massal, seperti commuter line. Negeri sudah mengantisipasi untuk moda transportasi commuter, dengan membagi beban penumpang pada dua waktu yang asing.  

“Beberapa saat yang morat-marit, sesuai Surat Edaran nomor 8, maka kita membagi jam berangkat bekerja, di dua gelombang, pada jam 7: 00 sampai tujuh. 30, dan 10: 00 datang 10. 30, ” kata Yurianto.

Pengaturan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa kapasitas commuter dapat terisi oleh para penumpang sesuai secara syarat aman jaga jarak.  

Meskipun di tengah pandemi, beberapa besar masyarakat dihadapkan pada order yang menuntut produktivitas. Menyikapi situasi ini, Yurianto mengingatkan untuk tenteram Covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dengan baik.  

gong2deng –>

Editor: Markus Sumartomjon