Pasien corona bisa klaim biaya pengobatan corona, inilah kriterianya

July 26, 2020 by No Comments

KONTAN. CO. ID – JAKARTA.   Suka atau tak suka, pandemi corona hingga kini belum berakhir. Terbukti dari total kasus positif yang terus sekadar ada saban harinya di Indonesia termasuk juga dunia. Lantas bagaimana jika ada orang yang tersentuh penyakit dari virus SARS CoV-2 tersebut?

Pemerintah sendiri menetapkan aib yang berasal dari virus corona sebagai penyakit infeksi emerging (PIE) yang menyebabkan kedaruratan kesehatann serta menimbulkan kerugian ekonomi yang tinggi.  

Baca Juga: Jumlah pasien sembuh corona di Jatim tembus 10. 000 orang dan sisakan tiga daerah merah

Patuh Kepala Sub Bagian Advokasi Kaidah dan Humas Ditjen Pelayanan Kesehatan tubuh Kementerian Kesehatan Rico Mardiansyah, pembiayaan pasien yang dirawat dengan PIE termasuk infeksi Covid-19 dapat diklaim ke Kementerian Kesehatan melalui Penasihat Jenderal Pelayanan Kesehatan. “Untuk klaim bisa mengacu kepada keputusan Menkes, ” ujarnya, Jumat (24/7).  

Adapun aturan tersebut termuat dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK. 01/07/Menkes/446/2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Pelayanan Anak obat Penyakit Infeksi Emerging Tertentu Untuk Rumah Sakit yang Menyelenggarakan Pelayanan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kriteria pasien rawat jalan 

a. Pasien suspek dengan atau tanpa komorbid/penyakit penyerta, melampirkan bukti pemeriksaan laboratorium pembawaan rutin dan x-ray foto thorax. Bukti x-ray foto thorax dikecualikan bagi ibu hamil dan pasien dengan kondisi medis tertentu yaitu kondisi tidak dapat dilakukan penyeliaan x-ray foto thorax seperti anak obat gangguan jiwa, gaduh gelisah, yang dibuktikan dengan surat keterangan dibanding DPJP.  

b. Pasien penyungguhan Covid-19 dengan atau tanpa komorbid atau penyakit penyerta, melampirkan bukti hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR daripada rumah sakit atau dari wahana pelayanan kesehatan lainnya.  

Kriteria pasien rawat inap 

a. Pasien suspek. Adapun pasien suspek dengan kriteria jadi berikut:  
1. Usia lebih atau sama dengan 60 tahun dengan atau tanpa kormobid 
2. Usia kurang sebab 60 tahun dengan kormobid 
3. ISPA berat/peneumonia berat dengan membutuhkan perawatan di rumah rendah dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.  

b. Pasien probable, yaitu orang yang diyakini sebagai suspek dengan ISPA berat atau batal napas akibat aveoli paru-paru sempurna cairan (ARDS) atau meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 dan belum ada hasil penelitian laboratorium RT-PCR).  

c. Anak obat konfirmasi 

1. Pasien konfirmasi tanpa gejala, yang tidak memiliki fasilitas untuk isolasi mandiri di wadah tinggal atau fasilitas publik dengan dipersiapkan pemerintah yang dibuktikan secara surat keterangan dari kepala Pukesmas.  
2. Pasien penyungguhan tanpa gejala dengan komorbid atau penyakit penyerta.  
3. Pasien konfirmasi dengan gejala mudah, sedang, berat/kritis.  

gong2deng –>

Editor: Markus Sumartomjon