Pekerja Hukum dan Kebiasaan Baru Aturan Kesehatan 3M

December 19, 2020 by No Comments

KONTAN. CO. ID – JAKARTA.   Pandemi corona (Covid-19) tak menghalangi kegiatan aparat dan praktisi penegak hukum menjalankan tugas kesehariannya. Kedisiplinan menerapkan protokol 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan melindungi jarak) menjadi hal utama, di keseharian para jaksa, advokat, pihak kepolisian dan sejumlah pihak lain.

Semisal seorang jaksa yang harus berinteraksi dengan banyak pihak di menangani suatu kasus. Risiko terpapar virus, tentu cukup besar, menetapi tingginya mobilitas seorang jaksa.

“Oleh karena tersebut, pimpinan kami Jaksa Agung, semenjak awal sudah menginstruksikan agar saya semua mensukseskan program 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan membentengi jarak), ” kata Bima Suprayoga, Kasubdit Tindak Pidana Korupsi serta Tindak Pidana Pencucian Uang Direktorat Penuntutan JAM PIDSUS Kejaksaan Gede, kepada KONTAN, beberapa waktu morat-marit.

Di kejaksaan, terang Bima, itu disediakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Protokol 3M tentu saja sudah menjadi hal wajib di lingkungan kejaksaan.

Jadwal sidang dengan kadang sampai larut malam, pula merupakan tantangan tersendiri. Karena esok harinya, para jaksa ini sudah harus siap menghadiri sidang urusan lainnya.

“Kuncinya adalah dengan melaksanakan protokol kesehatan, bukan untuk saya saja, tetapi untuk masyarakat & utamanya keluarga kami, ” perkataan Bima yang juga menjadi ketua tim jaksa penuntut kasus mega korupsi PT Asuransi Jiwasraya ini.

Demikian juga dengan advokat. Juniver Girsang, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Advokat Indonesia Pandangan Advokat Indonesia (Peradi SAI) sadar betul atas risiko rekan seprofesinya di era pandemi ini.

Semenjak April 2020 lalu, selaku kepala umum, Juniver menginstruksikan seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi mengindahkan protokol 3M. Kebetulan, lanjut Juniver, sejak Februari 2019 lalu kehakiman di Indonesia sudah mulai memperkenalkan sistem e-court dan e-litigation (persidangan secara online). Sistem ini menjadi sangat berarti di masa pandemi Covid-19.

Juniver menambahkan, para advokat selalu diminta menunjukkan bukti surat kesehatan saat mengunjungi kliennya di tahanan. “Umumnya kami diwajibkan menunjukkan hasil swab test yang masih berlaku era menemui dan menemani klien, ” tutur Juniver, belum lama itu.

Hal lain yang menurut Juniver juga penting adalah saat para-para advokat berinteraksi dengan para wartawan. Saat ditanya oleh wartawan yang meliput, dia juga terapkan aturan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

gong2deng –>

Editor: Yuwono triatmojo