Sedang dalam pandemi corona, ini seruan belajar untuk anak oleh ikatan dokter anak

May 31, 2020 by No Comments

LANGSUNG. CO. ID –  JAKARTA. Tak bisa dipungkiri, banyak orangtua kebingungan terhadap nasib pendidikan anak mereka saat pademi virus corona atau covid-19. Pemerintah sudah mengumumkan sekolah dari rumah guna menghindari penularan virus kepada anak-anak.

Melihat kondisi ini, Ikatan Sinse Anak Indonesia (IDAI) telah mengeluarkan anjuran menjelang akhir masa tanggap darurat diberlakukan. IDAI membuat seruan agar ada solusi atas penyelenggaraan pendidikan anak usia dini serta anak usia sekolah dan muda.

Baca Juga: Gubernur Banten: PSBB tahap ketiga adalah awal sebelum pemberlakuan new nomal

IDAI menyatakan, hak anak buat belajar wajib dipenuhi semua pihak. Pendidikan sudah menjadi kebutuhan pokok tumbuh kembang yang dapat melancipkan kemampuan dan kecerdasan anak supaya mampu memahami berbagai pengalaman, menaikkan pengetahuan, serta membentuk perilaku dan kebiasaan baik yang bermanfaat untuk dirinya saat ini dan di masa dewasa.

Namun demikian kegiatan sekolah dilakukan tatap muka di jarak dekat. Sementara, dalam perihal saat ini, pembatasan fisik merupakan syarat penting dalam upaya pencegahan penularan penyakit.  

Dengan begitu, pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Gede (PSBB) sangat berisiko menimbulkan lonjakan jumlah kasus baru.

Baca Juga: IDI: New normal bisa diterapkan bertahap di zona hijau Covid-19

“Dengan memperhatikan jumlah kasus konfirmasi COVID-19 yang masih terus bertambah, mulai melonggarnya PSBB, kemungkinan terjadi lonjakan jumlah urusan kedua, dan masih sulitnya menerapkan pencegahan infeksi pada anak-anak, ” kata Ketua Umum IDAI,   Pulungan dalam keterangannya, Minggu (31/5).

Melihat kondisi ini, IDAI memandang perlu memberikan anjuran mengenai kesibukan belajar mengajar di masa pandemi covid-19. Berikut isi anjurannya:
1. IDAI mendukung dan mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kultur untuk menjadikan rumah sebagai sekolah dan melibatkan peran aktif siswa, guru dan orang tua di proses belajar mengajar.

gong2deng –>

Editor: Tendi Mahadi