Supaya tetap higienis, simak tips memilah dan merawat masker kain berikut

October 10, 2020 by No Comments

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. Penggunaan masker sudah menjadi kewajiban saat ini sebagai pencegahan risiko penularan Covid-19.   Masker kain kini jadi alternatif solusi untuk lebih menghemat kantong ketimbang menggunakan masker meski yang hanya bisa sekali pakai.

Namun, penggunaan masker kain telah jadi perdebatan hangat pasca PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) meminta penumpang KRL commuter line untuk tak sedang memakai masker kain jenis scuba atau buff. Jenis tersebut dinilai hanya efektif mencegah risiko terpapar dari debu, virus dan bakteri sekitar 0%-5% saja.  

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengeluarkan panduan pemakaian termasuk perawatan masker kain atau non-medis. WHO hanya merekomendasikan masker kain untuk orang yang bertambah muda dari 60 tahun & mereka yang tidak memiliki petunjuk klinis virus corona, seperti batuk darah dan demam.

Masker kain tak hanya dipakai orang-orang berkantong kurang. Orang-orang berduit juga tetap menjadikan masker jenis ini sebagai pilihan di luar masker medis. Apalagi, ada yang menjadikannya sebagai periode dari fashion, di disain selaras dengan motif dan warna pakaian yang dikenakan.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Jumat (9/10): Tambah 4. 094 kasus, pakai masker & cuci tangan

Para petinggi bank juga lestari menjadikan masker kain sebagai pelindung diri dari penularan virus.  
John Kosasih Presiden Eksekutif BCA Syariah misalnya, kalau beraktivitas di lingkungan yang menurutnya lebih aman, ia biasa menggunakan masker kain. Contohnya di lingkungan kantor tempatnya bekerja atau ketika berinteraksi dengan keluarga.

Kalau memakai masker kain, John biasa menambah susunan tambahan di dalam. “Secara umum BCA Syariah membagikan masker kepada karyawannya, terbuat dari kain pantat. Setiap karyawan menerima beberapa biar bisa ganti setiap hari, ” katanya kepada Kontan. co. id, Jumat (9/10).

Di saat beraktivitas di luar lingkungan yang berpunya ia hadapi dan situasinya sensitif terhadap penularan virus, John bertambah memilih menggunakan masker medis yang jauh lebih aman menangkal virus seperti N95.

Sementara Sadhana Priatmadja Direktur Bank Woori Saudara (BWS) memutuskan untuk menggunakan masker medis. Alasannya, ia merasa tidak tepat memakai masker kain. “Dulu aku pernah pakai masker kain namun kurang cocok. Mungkin karena metode mencucinya yang tidak memenuhi standard higienis, ” tuturnya.

Namun, Sadhana tetap membagikan tips memilih dan merawat masket kain. Menurutnya, kedok kain yang digunakan harus 3 lapis gara lebih efektif menyaring debu dan virus. Untuk pembersihan, ia sarankan jangan digabung secara pakaian lain.  

Organisasi Kesehatan tubuh Dunia (WHO) sudah mengeluarkan panduan pemakaian termasuk perawatan masker kain atau non-medis. Namun, WHO cuma merekomendasikan masker kain untuk karakter berusia di bawah 60 tarikh dan mereka yang tidak memiliki gejala klinis virus corona, seolah-olah batuk dan demam.

Menurut WHO, jenis masker kain yang efektif menangkal penyebaran Covid-19 harus memenuhi syarat yakni lapisan dalam harus dari bahan penyerap seperti kapas, lapisan tengah bahan bukan tenunan seperti polypropylene, dan lapisan sungguh dari bahan non-penyerap, seperti adonan poliester atau poliester.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

 

gong2deng –>

Editor: Herlina Kartika Dewi