Tersebut beda penyakit jantung yang diidap perempuan dan laki-laki

May 8, 2020 by No Comments

KONTAN. CO. ID – Penyakit jantung yang diidap pria dan wanita bisa berbeda gejala, risiko, sampai dampaknya.  

Ahli jantung Dr. Lili Barouch dari Johns Hopkins School of Medicine AS menjelaskan, penyakit jantung pada wanita lebih sudah dideteksi daripada pria. “Wanita umumnya tak mengalami gejala khas penyakit dalaman seperti nyeri dada, ” sahih dia.  

Melansir Verywell Health, penyakit jantung pada pria dan wanita bisa berbeda karena anatomi jantungnya berlainan. Jantung wanita umumnya berukuran lebih kecil, termasuk ruang-ruang di dalamnya.  

Baca Juga: Ini makanan yang bisa menurunkan risiko terkena penyakit jantung

Sekat atau pembatas antarruang jantung wanita juga lebih tipis ketimbang jantung pria. Selain itu, jantung wanita berdetak lebih cepat ketimbang jantung pria, namun darah yang dipompa lebih sedikit daripada milik pria.  

Saat tekanan atau mengalami tekanan, jantung wanita berdetak lebih cepat dan mengutarakan lebih banyak darah. Kondisi tersebut berbeda dari pria.  

Era sedang stres, arteri di jantung pria mengerut dan tekanan pembawaan jadi naik. Beberapa faktor dalam atas membuat penyakit jantung di dalam wanita dan pria berbeda. Berikut penjelasannya:  

1. Wanita memiliki faktor risiko lebih banyak 

Secara umum, perempuan dan pria sama-sama berisiko mengidap penyakit jantung apabila obesitas, merokok, diabetes, punya tekanan darah luhur, ada keluarga yang memiliki penyakit jantung.  

Namun, risiko perempuan untuk mengidap penyakit jantung koroner lebih besar ketimbang pria karena ada beberapa penyakit khas famili Hawa.  

Di antaranya endometriosis, sindrom ovarium polikistik (PCOS), serta diabetes atau tekanan darah agung saat hamil. Khusus endometriosis, aib ini meningkatkan risiko penyakit jantung sampai 400 persen pada perempuan di bawah 40 tahun.  

2. Pria lebih muda saat terkena serangan jantung

Wanita umumnya mengalami serangan jantung pertama saat usianya telah lanjut. Sedangkan pria lebih berisiko mengalami serangan jantung di usia yang lebih muda daripada perempuan.  

Hal itu dipengaruhi hormon estrogen pada wanita. Hormon penyangga organ reproduksi ini melindungi perempuan dari penyakit jantung sampai menopause. Ketika produksi hormon estrogen sudah menurun, wanita baru jadi sensitif terkena penyakit jantung.  

3. Gejala serangan jantung dalam wanita tidak spesifik 

Nyeri dada atau dada kaya ditimpa beban berat merupakan gejala penyakit jantung saat pria mengalami serangan jantung. Namun, hanya kurang wanita yang mengalami nyeri dada saat mengalami serangan jantung.  

Baca Juga: Terkuak! Ini penyebab munculnya rasa ingin BAB setelah minum kopi

Ciri-ciri penyakit jantung pada wanita sebelum serangan jantung kerap tidak spesifik atau mirip penyakit lain. Jarang lain kelelahan, napas pendek-pendek, berkeringat, serta sakit leher, punggung, & rahang.

4. Penyumbatan dalaman pada wanita sulit dideteksi

Penyakit jantung koroner ataupun masalah penyumbatan jantung pada perempuan terkadang lebih sulit dideteksi. Jalan skrining penyumbatan jantung biasanya dikerjakan lewat foto sinar-X (angiogram) yang diambil selama kateterisasi jantung.  

Namun, penyumbatan jantung pada perempuan sering menyasar arteri kecil dengan tidak terpantau lewat angiogram. Itulah sebabnya, jika sudah ada isyarat penyakit jantung pada wanita, sebaiknya kondisi jantung senantiasa dipantau sinse.  

5. Serangan dalaman lebih rentan fatal bagi wanita 

Dengan faktor risiko yang lebih banyak daripada adam, wanita lebih rentan saat mengalami serangan jantung ketimbang pria. Penderita serangan jantung wanita umumnya mendapat perawatan lebih lama dari adam.  

Selain itu, banyak wanita yang cenderung tidak merasakan petunjuk sakit pemicu penyakit jantung, jadi dampaknya lebih fatal ketimbang adam.  

6. Penyebab malang jantung pada pria dan perempuan berbeda 

Gagal dalaman pada pria biasanya disebabkan keburukan akibat serangan jantung. Kondisi ini terjadi saat tubuh mencegah urat jantung berkontraksi. Sedangkan gagal jantung pada wanita bisa disebabkan penuh faktor. Antara lain tekanan darah tinggi, penyakit ginjal kronis, atau kondisi lain yang membuat dalaman bekerja ekstra.  

Wanita dengan mengalami gagal jantung umumnya punya umur lebih panjang daripada pria dengan gagal jantung. Tapi, wanita yang punya riwayat gagal dalaman sering perlu perawatan di rumah sakit karena sesak napas & punya keterbatasan fisik.  

7. Gangguan irama jantung berbeda pada pria dan wanita 

Gangguan irama jantung dengan ditandai dengan denyut jantung tidak beraturan dan cepat ( fibrilasi atrium) pada wanita dan adam bisa berbeda. Masalah gangguan kecepatan jantung pada wanita dapat menurunkan kualitas hidup, kemungkinan stroke bertambah tinggi, dan efek lebih buruk daripada pria.  
Sekalipun demikian, penderita gangguan irama dalaman wanita yang mendapatkan pengobatan positif, harapan hidupnya lebih tinggi daripada penderita pria. (Mahardini Nur Afifah)

Baca Juga: Ini cara ampuh mencegah sembelit

Artikel ini telah tayang di Petunjuk. com dengan judul “7 Asing Penyakit Jantung pada Wanita serta Pria”,  

gong2deng –>

Editor: Tri Sulistiowati