Waspada, gejala baru Covid-19 kini mendekati penyakit berbahaya

September 20, 2020 by No Comments

KONTAN. CO. ID –

KONTAN. CO. ID – 

KONTAN. CO. ID – Jakarta.   Sudah orang mengetahui fakta infeksi virus corona / Covid-19 seperti demam, batuk kering, sesak nafas hingga hilang kemampuan alat penciuman. Namun belakangan muncul petunjuk baru Covid-19 yang belum diketahui banyak orang.

Gejala baru Covid-19 itu timbul berdasarkan hasil studi dan pengalaman para dokter dengan menangani kasus tersebut. Melakukan penjagaan dan mencari bantuan profesional dasar merupakan langkah yang paling positif ketika kita merasakan gejala dengan mengganggu.

Namun mengetahui gejala-gejala baru Covid-19 bisa menjadi cara efektif untuk deteksi dini. Berikut petunjuk baru Covid-19:

1. Gejala baru Covid-19 berupa Silent hypoxia

Gejala segar Covid-19 mengejutkan bagi sebagian sinse yang sudah berpengalaman puluhan tahun. Gejala baru Covid-19 membuat penderita menderita infeksi paru-paru kronis, secara tingkat oksigen yang sangat aib. Namun, tidak ada masalah asimilasi sedikit pun.

Dalam sebuah opini dengan ditulis untuk New York Times, Richard Levitan, MD, menjelaskan bertambah dalam tentang hal ini. Tempat mengatakan, kebanyakan pasien dengan suasana tersebut dilaporkan sakit selama seminggu atau lebih dengan gejala demam, batuk, sakit perut dan kelelahan, tetapi napas mereka menjadi pendek di hari mereka datang ke rumah sakit.

“Pneumonia mereka terang telah berlangsung selama berhari-hari, tetapi saat mereka merasa harus berangkat ke rumah sakit, mereka seringkali sudah dalam kondisi kritis, ” ungkap dia.

Baca serupa:   Hanya Rp 80 jutaan, lelang mobil sitaan pajak di Jakarta Innova dan Accord

2. Gejala anyar Covid-19 berupa pembekuan darah serta stroke

Salah satu gejala terakhir Covid-19 yang terkadang mematikan berkaitan dengan pembekuan darah yang tak normal. Ahli radiologi intervensi Yale Medicine yang berspesialisasi dalam prosedur jantung yang dipandu gambar, Hamid Mojibian, MD memberikan penjelasannya.

Dia mengatakan, otopsi pasien Covid-19 menunjukkan mikroemboli (gumpalan kecil) di berbagai organ yang menjelaskan beberapa disfungsi organ pada pasien. “Pasien Covid-19 memiliki risiko lebih tinggi buat membentuk gumpalan darah arteri yang bisa sangat berbahaya, ” prawacana dia.

Namun, tingkat berbahayanya berpegang pada di mana gumpalan terbentuk atau bermigrasi. “Semua organ di tubuh kita bergantung pada pembawaan yang dibawa melalui sistem budi untuk berfungsi dengan benar. Setiap gangguan suplai darah dapat mengakibatkan konsekuensi yang parah, ” tambahan Mojibian.

Ada sejumlah laporan pembekuan terjadi di aorta, arteri ginjal (menyebabkan infark ginjal), dan suku (menyebabkan kaki hitam dan gangren). Namun, yang paling merusak merupakan gumpalan di pembuluh darah tokoh yang dapat menyebabkan stroke, bahkan pada orang yang lebih muda.

Simak gejala baru Covid-19 lain di halaman berikutnya


3. Fakta baru Covid-19 mirip sindrom kawasaki

Pada 6 Mei lalu, dominasi negara bagian New York melahirkan peringatan yang menjelaskan bahwa tersedia 64 anak di negara bagian tersebut dirawat di rumah lara dengan kondisi aneh. Para dokter menggambarkan kondisi mereka seperti “sindrom inflamasi multisistem pediatrik. ” “Secara klinis menyerupai proses inflamasi kala kanak-kanak lainnya, penyakit kawasaki. ” Demikian diungkapkan profesor pediatri sekaligus dokter penyakit menular pediatrik sebab Yale School of Medicine, Thomas Murray, MD.

Contoh gejala gres Covid-19 yang harus diwaspadai orangtua antara lain demam tinggi yang berkepanjangan, mata merah, ruam, sakit otot, muntah, dan diare. Lazimnya, kondisi ini terjadi beberapa keadaan setelah infeksi awal.

4. Gejala gres Covid-19 berupa masalah pencernaan

Pengkajian baru mengklaim, banyak pasien Covid-19 mungkin tidak mengalami gejala fotosintesis sama sekali, pasien malah merasai gejala baru Covid-19 yakni menderita gejala gastrointestinal seperti diare, mual, dan muntah.

Sementara penelitian pembukaan menemukan, kurang dari empat persen pasien Covid-19 memiliki gejala gastrointestinal. Lalu, sejumlah penelitian yang lebih baru menemukan angka itu mengarah 11%, sementara beberapa penelitian lain mengklaim angkanya bisa mencapai 60%.

Baca juga:   Lelang mobil sitaan pajak, ada Innova dan Accord, harga Rp 80-an juta

5. Gejala baru Covid-19 pasien menjalani kebingungan parah

Kelelahan adalah gejala umum Covid-19, tetapi pada kira-kira orang terutama lansia, dilaporkan juga sejumlah gejala baru seperti disorientasi dan kebingungan parah. Dalam prinsip klinis yang diterbitkan The University of Lausanne Hospital di Revue Medicale Suisse, disebut, kondisi tersebut dapat menyertai demam dan perkara pencernaan.

Joseph R. Berger, profesor neurologi di Rumah Sakit Universitas Pennsylvania, meyakini, gejala baru Covid-19 dari sisi kejiwaan ini agak-agak disebabkan oleh silent hypoxia yang dijelaskan di atas. Kondisi itu adalah kekurangan oksigen di penggagas karena rendahnya kadar dalam pembawaan. “Otak tidak dapat menahan tingkat oksigen yang rendah. Ketika budi tidak mendapatkan cukup oksigen, pasien akan menderita hipoksia, yang di akhirnya dapat mengubah cara berpikir mereka, ” kata Berger kepada Inquirer.

6. Gejala baru Covid-19 penderita merasa lemah dan dehidrasi

Eksekutif medis dari Ruth and Harry Roman Emergency Department di Cedars-Sinai Medical Center, Dr. Sam Torbati, memaparkan tentang kondisi ini. Dia menjelaskan, manula yang dirawat awalnya tampak seperti pasien trauma namun belakangan ditemukan mengidap Covid-19.

Menurut dia, mereka menjadi lemah dan dehidrasi yang menjadi gejala segar Covid-19. Ketika mereka berdiri buat berjalan, mereka pingsan dan itu membuat mereka mengalami luka payah. Torbati melihat orang dewasa yang lebih tua terlihat sangat gugup dan tidak dapat berbicara, dengan pada awalnya tampak seperti menderita stroke. “Ketika kami mengujinya, saya menemukan apa yang menyebabkan modifikasi ini adalah efek sistem saraf pusat dari virus corona, ” kata dia kepada CNN.

Simak gejala baru Covid-19 asing di halaman berikutnya


7. Gejala Bersambung

Menurut WHO, kebanyakan orang secara kasus Covid-19 ringan akan reda dalam dua minggu, sementara infeksi yang lebih parah membutuhkan zaman 3-6 minggu untuk mereda. Namun, menurut laporan baru dari New York, ada beberapa orang melewati batas 30 hari tersebut serta masih melaporkan gejala Covid-19, terkira sejak dites negatif.

Kerri Noeth, wanita yang sudah memasuki keadaan ke-36 infeksi, mengatakan kepada ABC7NY, dia pernah ke UGD dua kali sejak tanda 14 keadaan dengan gejala berkelanjutan masih sekadar ada. Termasuk rasa terbakar serta kesemutan di dada dan lehernya disertai dengan hot flash.

Ada pula Susan Silverman, yang pada hari ke-38 masih menderita kematian indra dan penciuman, sakit lengan dan vertigo, meskipun semua gejala tersebut tidak hanya berkaitan secara Covid-19. “Berbagai gejala yang tertinggal, terutama jantung berdebar-debar, dan ketidaknyamanan yang luar biasa di dada dan tulang rusuk saya, ” kata Silverman.

Baca selalu:   Promo Hari KJSM 17-20 September, banyak gratisan dan diskon hingga 50%

Yang harus dilakukan

Jika kita merasakan gejala-gejala baru Covid-19tersebut, ataupun bahkan gejala corona lainnya, Induk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan untuk segera hubungi profesional medis, terutana dirasa ada risiko tinggi.

Mereka yang memiliki risiko tinggi menderita penyakit dari Covid-19 adalah:

  • Usia di akan 65 tahun. – Orang yang tinggal di panti jompo atau fasilitas perawatan jangka panjang.
  • Orang dengan memiliki penyakit paru-paru kronis ataupun asma sedang hingga berat, kedudukan jantung yang serius, memiliki mengandung badan berlebih atau obesitas, dan memiliki diabetes.
  • Juga mereka yang memiliki penyakit ginjal kronis dan medium menjalani dialisis, atau memiliki keburukan hati.

Artikel ini telah tayang di Kompas. com dengan judul “7 Gejala Perdana Infeksi Covid-19 yang Mengejutkan”,

Setia: Nabilla Tashandra
Editor: Glori K. Wadrianto

 

gong2deng –>

Editor: Adi Wikanto