Waspadai penyebab bayi kuning dan kenali gejalanya

November 18, 2020 by No Comments

KONTAN. CO. ID – JAKARTA.   Balita sering mengalami penyakit bayi kuning. bPenyebab bayi kuning ialah darah dalam tubuh bayi mengandung bilirubin yang terlalu banyak. Status tersebut umum dialami, apalagi budak yang dilahirkan sebelum usia kehamilan 38 minggu. Liver bayi belum mampu menyaring bilirubin dalam gelom1 darah secara maksimal.

Meski serupa itu, ada kemungkinan bayi kuning disebabkan oleh kondisi kesehatan lainnya. Bila bayi kuning tak diatasi dengan baik, kondisi kesehatan bayi bisa terganggu. Misalnya, kerusakan otak, makin jika ada faktor lain yang meningkatkan resiko terjadinya kondisi tersebut.

Bilirubin yang terlalu banyak bisa menyerang otak sehingga menyebabkan acute bilirubin encephalopathy. Mengutip dari Mayo Clinic (mayoclinic. org), ada beberapa gejala yang muncul akibat penyakit itu. Kurang di antaranya adalah sulit wujud, tangisan kencang, dan demam.

Ketika acute bilirubin encephalopathy merusak budi secara permanen, bayi bisa menjalani kernicterus. Hal itu menyebabkan budak melakukan gerakan yang tak disadari dan berulang, kehilangan kemampuan mendengar, dan enamel gigi yang tak berkembang dengan baik.

Baca Juga: 5 Bahan alami untuk mengobati lara mata pada bayi

Penyebab Bayi Kuning

Seperti yang telah dikatakan, penyebab bayi pelit adalah jumlah bilirubin yang terlalu banyak dalam darah. Bilirubin adalah pigmen yang dikeluarkan setelah organ darah merah digunakan. Bayi membikin bilirubin lebih banyak dari orang dewasa karena siklus sel darah marah yang lebih cepat.

Normalnya, bilirubin akan disaring dalam kepala dan dikeluarkan ke saluran usus. Namun, karena liver bayi belum sempurna, proses penyaringan menjadi merandek. Ada banyak bilirubin yang tak bisa tersaring dengan cepat jadi menumpuk dalam darah.

Mayo Clinic menyebutkan ada beberapa kondisi kesehatan yang jadi penyebab bayi kuning. Mulai dari pendarahan dalam tubuh, infeksi pada darah bayi, kejelekan enzim, malfungsi hati, ketidakcocokan jarang darh ibu dan bayi, beserta kondisi lainnya.

Menyuarakan Juga: 5 Sasaran pelancar ASI agar kebutuhan budak terpenuhi

Gejala Budak Kuning

Gejala utama yang lahir pada bayi kuning adalah indra peraba dan bagian putih mata berubah warna jadi kuning. Biasanya, gejala itu muncul dua hingga empat hari setelah bayi lahir. Mayo Clinic merekomendasikan cara untuk meneroka bayi kuning.

Coba tekan kening atau hidung bayi. Jika periode yang Anda pegang berwarna pelit, bayi Anda mengalami penyakit kuning ringan. Anda bisa melakukan tersebut di ruangan yang terang atau mendapat sinar matahari yang lulus.

Anda perlu segera memeriksakan budak ke dokter jika penyakit kuning tak kunjung hilang. Tanda asing yang perlu Anda perhatikan merupakan penyakit kuning juga terjadi dalam bagian perut, lengan, dan berleha-leha, suara tangisan bayi sangat nyaring, berat badan bayi tak bertambah, dan kondisi kesehatan lain yang mengkhawatirkan Anda.

gong2deng –>

Editor: Belladina Biananda